PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN TEKNIK KATA KUNCI DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK SISWA KELAS
V SD NEGERI 1 BANTARWARU KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2011/2012
Oleh:
Titi Wuryani *)
Agus Nuryatin dan Mukh Doyin **)
wuryani.titi@gmail.com
Abstrak
Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi sementara di SD Negeri 1
Bantarwaru kelas V-A, pembelajaran bahasa Indonesia (bahasan Sastra) dalam hal
ini pembelajaran menulis puisi kurang mencapai hasil yang maksimal, baik dari
segi minat maupun dari segi hasil proses pembelajaran yang diterapkan. Salah
satu faktor utama rendahnya kemampuan menulis puisi ini adalah metode yang
digunakan dalam pembelajaran menulis puisi ini menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi
masalah tersebut digunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dalam
pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan menulis puisi siswa. Pada
siklus I hasil nilai mencapai 76,53 dan
mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,9 meningkat 4,37. Peningkatan keterampilan
menulis puisi diikuti dengan perubahan perilaku siswa dari perilaku negatif ke
perilaku positif.
Kata kunci: keterampilan
menulis puisi, teknik kata kunci, media permainan ular tangga.
Abstract
Based
on the observations and the observations while in SD Negeri 1 Bantarwaru VA
class, learning the Indonesian language (the discussion of Literature) in this
case learning to write poems about achieving maximum results, both in terms of
interest and in terms of learning outcomes which apply. One major factor is
lack of ability to write poetry is a method used in learning to write this poem
using the lecture method. To overcome this problem use travel techniques and
media said snakes and ladders game in learning to write poetry. The results
showed an increase in students' writing poetry. I cycle on the value reached
76.53 and an increase in cycle II a 80.9 increase 4.37. The increase followed
by a poetry writing skills of students of behavior change negative behaviors
into positive behaviors.
|
|
Keywords: poetry writing
skills, keyword technique, media snakes and ladders game.
PENDAHULUAN
Pengajaran sastra di
tingkat Sekolah Dasar perlu diperhatikan agar siswa mengenal sastra sejak
mereka duduk di bangku Sekolah Dasar. Mengekspresikan sebuah puisi bukan hanya
ditujukan untuk mempertajam terhadap kepekaan perasaan, penalaran, serta
kepekaan anak terhadap masalah
kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa
kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru dapat menggunakan teknik kata kunci dengan
media permainan ular tangga. Penelitian ini akan memberi gambaran bagaimana
teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga diterapkan dalam
pembelajaran menulis puisi.
Permasalahan yang
dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan
menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara setelah
mengikuti pembelajaran dengan teknik kata kunci dengan media permainan ular
tangga; (2) bagaimanakah perubahan sikap siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru
Banjarnegara terhadap pembelajaran menulis puisi setelah mengikuti pembelajaran
menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
Tujuan dari penelitian
ini adalah: (1) untuk mendiskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi
siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara setelah mengikuti
pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga;
(2) untuk mendiskripsikan perubahan sikap siswa kelas V-A SD Negeri 1
Bantarwaru Banjarnegara terhadap pembelajaran menulis puisi setelah mengikuti
pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
LANDASAN
TEORETIS
Penelitian ini merujuk pada penelitian dari peneliti lain.
Beberapa
penelitian yang berhubungan dengan topik penelitian ini yaitu penelitian
tentang keterampilan menulis puisi antara lain dilakukan oleh; Mufhidah (2009),
Wibowo (2010), Murniati (2010), Wati (2011), dan Firdhiana (2011).
Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah ada,
dapat diketahui bahwa keterampilan menulis puisi dapat ditingkatkan melalui
teknik kata kunci, teknik beriur kata. Selain teknik peneliti sebelumnya juga
menggunakan media gambar. Oleh karena itu, peneliti berasumsi
bahwa Teknik Kata Kunci dan Media Permainan Ular Tangga juga dapat digunakan dalam upaya meningkatkan prestasi
siswa dalam hal ini peningkatan keterampilan menulis puisi keindahan alam.
Merujuk pada pengertian puisi menurut beberapa ahli
seperti: Waluyo (1997:25), dan Pradopo (1990:7) dapat disimpulkan bahwa puisi
adalah ekspresi pengalaman yang ditulis dengan bahasa yang puitis. Kata puitis
sudah mengandung keindahan yang khusus untuk puisi suatu bentuk karya sastra
yang terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Keterampilan
Menulis Puisi
Keterampilan
menulis puisi pada hakikatnya merupakan wujud komunikasi secara tidak langsung
(bahasa tulis) yang mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, persoalan, dan
pendapat secara apresiatif, ekspresif, dan imajinatif melalui rangkaian kata,
yang indah berdasarkan pada struktur fisik dan batinnya.
Teknik
Kata Kunci
Teknik
kata kunci adalah teknik yang digunakan dalam menulis puisi dengan menggunakan
kata-kata pokok yang dijadikan pangkal untuk dikembangkan menjadi sebuah baris
dalam puisi. Suyatno (dalam Kusuma 2010) mengemukakan bahwa pembelajaran
menggunakan kata kunci bertujuan agar siswa dapat menentukan kata yang dapat
mewakili isi bacaan atau isi tulisan.
Media
Permainan Ular Tangga
Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak
yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam
kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “ular” dan
“tangga” yang menghubungkannya dengan
kotak lain (Pujihastuti 2010). Permainan ular tangga diciptakan tahun 1870.
Tidak ada jumlah kotak-kotak standar
dalam permainan ular tangga.
Menulis
Puisi Menggunakan Teknik Kata Kunci dengan Media Permainan Ular Tangga
Dalam
penelitian kelas ini, peneliti menerapkan teknik kata kunci dengan media
permainan ular tangga agar dapat membantu siswa mencapai apa yang diinginkan
yaitu dapat menulis puisi. Penerapan pembelajaran menulis puisi menggunakan
teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga langkah-langkah yang dilakukan dalam
penelitian sebagai berikut. (1) Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti
pembelajaran. setelah itu, guru melakukan apersepsi dengan memberikan
pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. (2) Guru
memberikan penjelasan berkaitan dengan materi yang akan diajarakan yaitu
menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat. (3) Guru mengelompokan
siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa dan setiap kelompok
mendapatkan satu ular tangga dan kertas tempel untuk menulis kata-kata. (4) Setiap
siswa dalam satu kelompok menulis sepuluh kata dan menempel kata tersebut di
kotak ular tangga secara acak. (5) Setiap kelompok memainkan ular tangga yang
telah ditempel kata-kata. (6) Jika bidak siswa berhenti di kotak yang berisi
kata maka siswa harus membuat satu baris puisi menggunakan kata tersebut. (7)
Setelah pemainan selesai siswa menyunting puisi karya teman dan karya sendiri
kemudian mempresentasikan puisi terbaik dari tiap kelompok. (8) Guru bersama
dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah berlangsung. (9) Guru
memberikan evaluasi berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang telah
berlangsung serta memberikan tugas kepada siswa berkaitan dengan pembelajaran
menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
Kerangka
Berpikir
Keterampilan menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan teknik kata
kunci dengan media permainan ular tangga. Keterampilan menulis puisi
menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga diharapkan
dapat meningkat dibandingkan apabila pembelajaran menulis puisi yang bersifat
konvensional.
Hipotesis
Tindakan
Berdasarkan
kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga, kemampuan
siswa dalam menulis puisi akan meningkat, dan perilaku siswa dalam proses
belajar mengajar berubah ke arah positif.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan desain penelitian
tindakan kelas yang lazim disebut PTK yang dilaksanakan dalam empat tahap,
yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan ini
digunakan secara sistematis dalam proses penelitian dan diterapkan dalam dua
siklus, yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II. Kedua siklus tersebut terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-A SD
Negeri 1 Bantarwaru. Peneliti memilih siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru
sebagai subjek penelitian karena berdasarkan observasi langsung dan wawancara
langsung dengan guru kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru, bahwa siswa mengalami
kesulitan dalam menemukan ide dalam menulis puisi dan kurangnya motivasi siswa
dalam keterampilan menulis puisi, sehingga perlu adanya pembelajaran yang
menjadikan siswa lebih tertarik dalam pembelajaran menulis puisi.
Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu
variabel keterampilan menulis puisi siswa dan variabel penggunaan teknik kata
kunci dengan media permainan ular tangga.
Penelitian
ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan teknik
nontes. Teknik tes dilakukan dengan cara siswa diminta menulis puisi
menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dengan
memperhatikan rima, tipografi, pilihan kata yang tepat, kesesuaian isi dengan
tema. Data dalam penelitian ini diperoleh
dengan menggunakan tes yang dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada siklus I
dan siklus II.
Teknik
nontes yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, jurnal
siswa dan guru, serta dokumentasi berupa foto.
Analisis
data yang dilakukan oleh peneliti pada proses pembelajaran menulis puisi
menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga adalah teknik
kualitatif dan kuantitatif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
Deskripsi Siklus I
Siklus I merupakan
langkah awal penelitian menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan
ular tangga. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan
memecahkan masalah yang muncul pada prasiklus. Hasil pembelajaran sudah
mengalami peningkatan dibanding kegiatan prasiklus namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan.
Siswa masih belum bersemangat dan belum aktif mengikuti pembelajaran. Masih ada
beberpa siswa yang bersikap pasif, gaduh, ngobrol sendiri, mondar-mandir, mengganggu teman yang sedang mengerjakan
latihan.
Nilai rata-rata kelas pada siklus I
mencapai 76,53 atau dalam kategori baik. Skor rata-rata tersebut dapat
dikatakan sudah mengalami peningkatan sebesar 6,59 dari hasil prasiklus.
Kategori sangat baik dicapai oleh 1 orang siswa atau 6,7% dengan nilai 85.
Kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 93,3% dengan nilai antara 70-85. Kategori
cukup sebanyak 0 siswa atau 0%. Tidak ada siswa atau 0% yang mendapat nilai
dalam kategori kurang dan sangat kurang. Dari hasil observasi pada siklus I
maka dapat dilihat beberapa perilaku negative yang ditunjukkan oleh siswa.
Misalnya siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru, ada yang melamun, ada
yang berbicara dengan temannya, pada saat berkelompok ada yang ramai dan
mengganggu temannya. Jadi, perilaku negatif siswa tersebut harus diperbaiki
lagi ke arah yang lebih baik untuk keberhasilan siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil
jurnal baik jurnal siswa maupun jurnal guru maka dapat diketahui tanggapan
siswa dan guru terhadap pembelajaran menulis puisi. Masih ada beberapa siswa
yang mengalami kesullitan dalam mengembangkan kata menjadi bait puisi. Oleh
karena itu, guru harus menggunakan teknik agar pembelajaran menulis puisi mudah
dipahamidan menyenangkan bagi siswa. Sedangkan untuk jurnal guru dapat
menyatakan bahwa siswa sudah senang dalam pembelajaran menulis puisi akan
tetapi ada beberapa siswa yang belum memperhatikan penjelasan dari guru.
Berdasarkan hasil
dokumentasi pada siklus I maka kita dapat melihat perilaku-perilaku siswa yang
negatif ketika pembelajaran sedang berlangsung. Siswa yang telah mencapai nilai
yang baik disebabkan mereka menulis puisi sesuai dengan tema dan pilihan kata
ynag tepat. Untuk mencapai pembelajaran yang sesuai dengan harapan guru maka
kendala-kendala yang ada dalam pembelajaran menulis puisi harus dicarikan
solusi yang terbaik kemudian diterapkan dalam pembelajaran. Hal-hal yang
dilakukan guru berkenaan dengan upaya perbaikan yang kemudian diterapkan dalam
pembelajaran selanjutnya adalah sebagai berikut. Pertama, guru merefleksi hasil
tes dan nontes pada siklus I. Kedua, guru memberikan motivasi pada siswa yaitu
dengan memberikan hadiah bagi siswa yang lebih cepat menyelesaikan puisinya.
Ketiga, guru menjelaskan tentang menulis puisi dengan bahasa kiasan atau bahasa
yang indah.
Berdasarkan hasil
wawancara yang diwakili oleh siswa yang mendapat nilai tinggi, sedang, dan
rendah maka siswa tersebut senang dan tertarik dalam pembelajaran menulis
puisi. Kesulitan yang dihadapi siswa masih kesulitan mengembangkan kata menjadi
bait. Jadi, untuk mengatasi kesulitan itu guru harus memnberikan arahan pada
saat siswa mulai mengembangkan kata menjadi bait. Perbaikan-perbaikan ini
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis
puisi pada siklus berikutnya.
Deskripsi Siklus II
Penelitian siklus II ini dilakukan dengan rencana
dan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan siklus I. Dengan adanya
perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran di siklus II ini, maka hasil penelitian
yang berupa nilai tes kemampuan menulis puisi mengalami peningkatan dari
kategori baik ke kategori lebih baik lagi. Meningkatnya nilai tes ini diikuti
pula dengan adanya perubahan perilaku siswa. Siswa menjadi aktif dan kreatif
serta lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran yang menggunakan teknik kata
kunci ddengan media permainan ular tangga. Nilai
rata-rata kelas pada siklus II mencapai 80,9 atau dalam kategori baik. Jumlah siswa yang memperoleh nilai sangat
baik 4 siswa atau sebesar 25%. Siswa yang mencapai nilai baik ada 12 siswa atau
sebesar 75%. Tidak ada siswa yang mendapat nilai dalam kategori cukup maupun
kurang atau sebesar 0%. Rata-rata skor
pada siklus II ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,37 sedangkan rata-rata
skor pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,9.
Pembelajaran yang
dilakukan pada siklus II ini merupakan tindakan perbaikan dari pembelajaran
siklus I. Pada siklus I masih banyak ditemui kesulitan-kesulitan yang dihadapi
siswa. Kesulitan tersebut kemudian dicarikan solusi untuk kemudian diterapkan
pada pembelajaran siklus II.
Pembelajaran menulis
puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permaianan ular tangga yang
dilakukan guru pada siklus II ini sudah dapat diikuti dengan baik oleh siswa.
Dalam pembelajaran siswa terlihat antusias dan lebih semangat dalam
mendengarkan dan mengikuti penjelasan dari guru. Hal ini dikarenakan siswa
sudah terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakanoleh guru (peneliti).
Kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan tes diakhir siklus II
menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I. Nilai rata-rata
kelas kemampuan menulis puisi dari seluruh aspek penilaian berdasarkan hasil
tes pada siklus II mencapai 80,9 dan mengalami peningkatan sebesar 4,37 dari
siklus I. hal ini berarti bahwa pencapaian nilai rata-rata klasikal telah
mencapai target yang ditentukan sebesar 80,00.
Berdasarkan hasil
observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto selama pembelajaran siklus
II, pada dasarnya sebagian besar siswa merespon positif terhadap kegiatan
pembelajaran menulis puisi yang telah dilakukan
Siswa yang semula kurang bersemangat mengikuti
pembelajaran menjadi siap, semangat, senang, dan menikmati pembelajaran. Selain
itu, siswa juga tampak lebih aktif dalam kegiatan menulis puisi. serta berani
dengan sendirinya maju ke depan kelas mempresentasikan hasil pekerjaanya tanpa
harus ditunjuk guru terlebih dahulu. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan
pada siklus II ini sangat bermanfaat dan berpengaruh pada siswa.
Pembahasan
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan
kelas yang terdiri dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus
melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi),
dan refleksi. Pada siklus II, tahap-tahap tersebut dilaksanakan dengan
perbaikan dari pembelajaran siklus I.
Hasil penelitian ini
diperoleh dari data tes dan nontes, baik pada siklus I maupun siklus II. Hasil
pada kedua siklus tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan
siswa dalam menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan
ular tangga. Selain itu, untuk mengetahui perubahan perilaku siswa selama
mengikuti proses pembelajaran.
Hasil tes menulis puisi
siklus I dengan nilai rata-rata klasikal mencapai 76,53 termasuk dalam kategori
baik karena berada pada rentang nilai 70-84. Dari hasil tersebut menunjukkan
terjadi peningkatan sebesar 6,59 bila dibanding dengan hasil pada prasiklus.
Dengan demikian, hasil tersebut belum mencapai target nilai yang telah
ditetapkan yaitu secara klasikal sebesar 80,00. Aspek penggunaan rima dalam
puisi sebesar 83,3. Dari hasil tersebut menujukkan bahwa terjadi peningkatan
sebesar 6,8 bila dibanding dengan hasil prasiklus Pada aspek tata
bait/tipografi sebesar 76.67. Aspek pilihan kata yang digunakan 66,2. Aspek
kesesuaian isi dengan tema 82,2. Kemampuan menulis puisi sudah berada pada
kategori baik. Pemerolehan nilai siswa yang masih minimal ini diharapkan dapat
ditingkatkan lagi dengan teknik dan media pembelajaran yang lebih variatif.
Pada siklus II, nilai komulatif menulis rata-rata kelasnya mencapai 80,9. Ini
berarti mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 4,37 dan mengalami
peningkatan sebesar 10,96 dari prasiklus. Pada siklus II ini, aspek penggunaan
rima dalam puisi mencapai 84,4 bila dibandingkan dengan hasil siklus I nilai rata-rata aspek penggunaan rima dalam
puisi sebesar 83,3 mengalami peningkatan sebesar 1,1 dan mengalami peningkatan
dari pratindakan sebesar 7,9. Skor rata-rata pada aspek tata bait/tipografi
sebesar 82,8 Dari hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 6,13
dari hasil siklus I dan 10,75 dari hasil prasiklus. Aspek pilihan kata yang
digunakan diperoleh skor rata-rata sebesar 75. Dari hasil tersebut menunjukan
terjadi peningkatan sebesar 8,8 dari siklus I dan mengalami peningkatan sebesar
11,1 dari prasiklus. Aspek kesesuaian isi dengan tema diperoleh skor rata-rata
sebesar 83,3, bila dibandingkan dengan siklus I yang memperoleh skor rata-rata
sebesar 82,2 maka mengalami peningkatan sebesar 1,1. Dari skor rata-rata siklus
II mengalami peningkatan sebesar 5,28 dari prasiklus yang memperoleh skor
rata-rata sebesar 78,03.
Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis
puisi dari prasiklus sampai siklus II diikuti adanya perubahan tingkah laku.
Dari hasil nontes yaitu obervasi, jurnal, dokumentasi foto, dan wawancara pada
siklus I dapat disimpulkan bahwa kesiapan siswa selama mengikuti pembelajaran
menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga
masih kurang maksimal. Beberapa siswa
masih menunjukkan perilaku negatif. Dari data nontes siklus II dapat diketahui
perubahan perilaku siswa terhadap penggunaan teknik kata kunci dengan media
permainan ular tangga dalam menulis puisi. Hal ini dibuktikan dari hasil nontes
yang telah dilakukan.
Berdasarkan obervasi, jurnal, dokumentasi
foto, dan wawancara, ternyata pada siklus I dapat disimpulkan bahwa kesiapan
siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci
dengan media permainan ular tangga masih kurang maksimal. Sikap dari sebagian
siswa masih menunjukkan tingkah laku yang negatif dalam menerima materi
pembelajaran dan belum berfokus pada penjelasan guru. Hal ini dapat dibuktikan
dengan adanya beberapa siswa yang berbicara dengan teman atau ramai sendiri.
Kondisi ini disebabkan oleh pola pembelajaran guru yang masih merupakan hal
baru bagi siswa sehingga perlu adanya penyesuaian. Kemudian masih ada siswa
yang melamun saat diberi penjelasan oleh guru. Setelah disinyalir melalui data
wawancara yang dilakukan peneliti, sebagian siswa ini ternyata masih bingung
pada saat mengembangkan kat-kata menjadi bait puisi. Kenyataan ini merupakan
hal yang wajar karena selama ini siswa jarang atau tidak pernah menulis puisi.
Kondisi yang ada pada siklus I merupakan
permasalahan yang harus dicari solusinya. Untuk mengatasi masalah tersebut
peneliti melakukan kembali rencana pembelajaran siklus II yang lebih baik. Pada
pembelajaran siklus II sudah ada perubahan tingkah laku siswa yang
menggambarkan suasana yang kondusif. Perilaku negatif siswa sudah banyak
mengalami perubahan menuju pada perilaku positif. Siswa tampak siap, semangat,
dan senang dalam pembelajaran menulis puisi. Siswa lebih memahami materi
tentang menulis puisi sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil tes menulis puisi
dari prasiklus sampai siklus II keterampilan siswa semakin meningkat.
Berdasarkan uraian
tersebut, dapat diketahui bahwa teknik kata kunci dengan media permainan ular
tangga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas V-A SD Negeri 1
Bantarwaru. Hal ini disebabkan karena suasana pembelajaran menggunakan teknik
kata kunci dengan media permainan ular tangga menarik dan menyenangkan akhirnya
berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dan perubahan perilaku siswa.
Dari setiap pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa, ternyata siswa
semakin senang dengan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Siswa lebih
semangat belajar dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga berpengaruh
terhadap hasil tes menulis puisi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan
menulis puisi kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara. Selain itu,
pembelajaran dengan menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular
tangga sangat menarik untuk diterpakan dalam pembelajaran.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan
hasil penelitian tersebut,
simpulan yang dapat diambil adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V-B SD
Negeri 1 Bantarwaru Kabupaten Banjarnegara mengalami peningkatan dan perubahan
perilaku yang positif setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik kata
kunci dengan media permainan ular tangga.
Saran
Berdasarkan
simpulan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran sebagai berikut;
(1) para guru bahasa dan sastra
Indonesia hendaknya berperan aktif sebagai innovator dan fasilitator dalam
memilih teknik dan media yang paling tepat sehingga pembelajaran yang dilakukan
dapat menjadi pengalaman belajar yang positif bagi siswa
dan juga pembelajaran
menggunakan teknik kata kunci dengan media permaianan ular tangga hendaknya dapat dijadikan
alternatif bagi guru bidang studi lain dalam mengajar;
(2)
para peneliti di bidang
pendidikan atau peneliti lain hendaknya dapat melakukan penelitian yang serupa
dengan teknik pembelajaran yang lain.
Selain
itu, peneliti memberi saran, sebelum melakukan tindakan penelitian, peneliti
hendaknya sudah mengenal dahulu siswa yang akan dijadikan sebagai responden
penelitian sehingga siswa tidak merasa asing terhadap peneliti. Berdasarkan
hasil tersebut peneliti menyampaikan saran kepada guru terutama guru yang
mengampu mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Negeri 2 Wedung untuk
menggunakan teknik deskripsi objek pemandangan alam dengan media gambar sebagai
alternatif media pembelajaran menulis puisi keindahan alam. Guru juga hendaknya
melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran dan bersikap lebih terbuka
terhadap kemajuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi
peneliti, disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai
keterampilan menulis puisi dengan media dan model pembelajaran yang berbeda dan
lebih menarik dan bagi siswa hendaknya lebih memperhatikan penjelasan yang
diberikan guru, serius dalam belajar, dan selalu bertanya ketika menemukan
kesulitan dalam pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Jabrohim. 2001. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Keraf, Gorys. 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
……………. 1995. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran
Berbahasa. Ende Flores: Nusa Dua.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2002.
Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Suharianto, S. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra. Semarang:
Rumah Indonesia.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta:
Erlangga.