Minggu, 16 Februari 2014

JADWAL UHT VI

JADWAL UHT VI SMP ISLAM AL MADINA SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
NO.
HARI/ TANGGAL
MAPEL
1.
KAMIS/ 20 FEBRUARI 2014
     IPA

2.
JUM’AT/ 21 FEBRUARI 2014
       BAHASA INDONESIA

3.
SENIN/ 24 FEBRUARI 2014
            AQIDAH
        BTA
4.
SELASA/ 25 FEBRUARI 2014
         QUR’AN HADITS
         BAHASA MANDARIN
5.
RABU/ 26 FEBRUARI 2014
           BAHASA INGGRIS
       IPS
6.
KAMIS/ 27 FEBRUARI 2014
        FIQIH
        BAHASA JAWA
7.
JUM’AT/ 28 FEBRUARI 2014
        PKN
        BAHASA ARAB
8.
SENIN/ 3 MARET 2014
          MTK
          SKI


Kamis, 06 September 2012

artikel skripsi


PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN TEKNIK KATA KUNCI DENGAN  MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANTARWARU KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2011/2012

Oleh:
Titi Wuryani *)
Agus Nuryatin dan Mukh Doyin **)
wuryani.titi@gmail.com


Abstrak
Berdasarkan hasil pengamatan dan observasi sementara di SD Negeri 1 Bantarwaru kelas V-A, pembelajaran bahasa Indonesia (bahasan Sastra) dalam hal ini pembelajaran menulis puisi kurang mencapai hasil yang maksimal, baik dari segi minat maupun dari segi hasil proses pembelajaran yang diterapkan. Salah satu faktor utama rendahnya kemampuan menulis puisi ini adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi ini menggunakan metode ceramah. Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dalam pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan menulis puisi siswa. Pada siklus I hasil nilai mencapai 76,53 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,9 meningkat 4,37. Peningkatan keterampilan menulis puisi diikuti dengan perubahan perilaku siswa dari perilaku negatif ke perilaku positif.  
Kata kunci: keterampilan menulis puisi, teknik kata kunci, media permainan ular tangga.

Abstract
Based on the observations and the observations while in SD Negeri 1 Bantarwaru VA class, learning the Indonesian language (the discussion of Literature) in this case learning to write poems about achieving maximum results, both in terms of interest and in terms of learning outcomes which apply. One major factor is lack of ability to write poetry is a method used in learning to write this poem using the lecture method. To overcome this problem use travel techniques and media said snakes and ladders game in learning to write poetry. The results showed an increase in students' writing poetry. I cycle on the value reached 76.53 and an increase in cycle II a 80.9 increase 4.37. The increase followed by a poetry writing skills of students of behavior change negative behaviors into positive behaviors.

Keywords: poetry writing skills, keyword technique, media snakes and ladders game.
PENDAHULUAN
Pengajaran sastra di tingkat Sekolah Dasar perlu diperhatikan agar siswa mengenal sastra sejak mereka duduk di bangku Sekolah Dasar. Mengekspresikan sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk mempertajam terhadap kepekaan perasaan, penalaran, serta kepekaan anak  terhadap masalah kemanusiaan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru dapat menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga. Penelitian ini akan memberi gambaran bagaimana teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga; (2) bagaimanakah perubahan sikap siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara terhadap pembelajaran menulis puisi setelah mengikuti pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendiskripsikan peningkatan keterampilan menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara setelah mengikuti pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga; (2) untuk mendiskripsikan perubahan sikap siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara terhadap pembelajaran menulis puisi setelah mengikuti pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
LANDASAN TEORETIS
Penelitian ini merujuk pada penelitian dari peneliti lain. Beberapa penelitian yang berhubungan dengan topik penelitian ini yaitu penelitian tentang keterampilan menulis puisi antara lain dilakukan oleh; Mufhidah (2009), Wibowo (2010), Murniati (2010), Wati (2011), dan Firdhiana (2011).
Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah ada, dapat diketahui bahwa keterampilan menulis puisi dapat ditingkatkan melalui teknik kata kunci, teknik beriur kata. Selain teknik peneliti sebelumnya juga menggunakan media gambar. Oleh karena itu, peneliti berasumsi bahwa Teknik Kata Kunci dan Media Permainan Ular Tangga juga dapat digunakan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa dalam hal ini peningkatan keterampilan menulis puisi keindahan alam.
Merujuk pada pengertian puisi menurut beberapa ahli seperti: Waluyo (1997:25), dan Pradopo (1990:7) dapat disimpulkan bahwa puisi adalah ekspresi pengalaman yang ditulis dengan bahasa yang puitis. Kata puitis sudah mengandung keindahan yang khusus untuk puisi suatu bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait.  
Keterampilan Menulis Puisi
Keterampilan menulis puisi pada hakikatnya merupakan wujud komunikasi secara tidak langsung (bahasa tulis) yang mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, persoalan, dan pendapat secara apresiatif, ekspresif, dan imajinatif melalui rangkaian kata, yang indah berdasarkan pada struktur fisik dan batinnya.
Teknik Kata Kunci
Teknik kata kunci adalah teknik yang digunakan dalam menulis puisi dengan menggunakan kata-kata pokok yang dijadikan pangkal untuk dikembangkan menjadi sebuah baris dalam puisi. Suyatno (dalam Kusuma 2010) mengemukakan bahwa pembelajaran menggunakan kata kunci bertujuan agar siswa dapat menentukan kata yang dapat mewakili isi bacaan atau isi tulisan.
Media Permainan Ular Tangga
Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “ular” dan “tangga”  yang menghubungkannya dengan kotak lain (Pujihastuti 2010). Permainan ular tangga diciptakan tahun 1870. Tidak ada jumlah  kotak-kotak standar dalam permainan ular tangga. 
Menulis Puisi Menggunakan Teknik Kata Kunci dengan Media Permainan Ular Tangga
Dalam penelitian kelas ini, peneliti menerapkan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga agar dapat membantu siswa mencapai apa yang diinginkan yaitu dapat menulis puisi. Penerapan pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga  langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian sebagai berikut. (1) Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran. setelah itu, guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. (2) Guru memberikan penjelasan berkaitan dengan materi yang akan diajarakan yaitu menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat. (3) Guru mengelompokan siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa dan setiap kelompok mendapatkan satu ular tangga dan kertas tempel untuk menulis kata-kata. (4) Setiap siswa dalam satu kelompok menulis sepuluh kata dan menempel kata tersebut di kotak ular tangga secara acak. (5) Setiap kelompok memainkan ular tangga yang telah ditempel kata-kata. (6) Jika bidak siswa berhenti di kotak yang berisi kata maka siswa harus membuat satu baris puisi menggunakan kata tersebut. (7) Setelah pemainan selesai siswa menyunting puisi karya teman dan karya sendiri kemudian mempresentasikan puisi terbaik dari tiap kelompok. (8) Guru bersama dengan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah berlangsung. (9) Guru memberikan evaluasi berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung serta memberikan tugas kepada siswa berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
Kerangka Berpikir
Keterampilan menulis puisi siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga. Keterampilan menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga diharapkan dapat meningkat dibandingkan apabila pembelajaran menulis puisi yang bersifat konvensional.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga, kemampuan siswa dalam menulis puisi akan meningkat, dan perilaku siswa dalam proses belajar mengajar berubah ke arah positif.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang lazim disebut PTK yang dilaksanakan dalam empat tahap, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Keempat tahapan ini digunakan secara sistematis dalam proses penelitian dan diterapkan dalam dua siklus, yaitu proses tindakan siklus I dan proses tindakan siklus II. Kedua siklus tersebut terdiri atas perencanaan,  tindakan, observasi, dan refleksi.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru. Peneliti memilih siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru sebagai subjek penelitian karena berdasarkan observasi langsung dan wawancara langsung dengan guru kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru, bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide dalam menulis puisi dan kurangnya motivasi siswa dalam keterampilan menulis puisi, sehingga perlu adanya pembelajaran yang menjadikan siswa lebih tertarik dalam pembelajaran menulis puisi.
Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu variabel keterampilan menulis puisi siswa dan variabel penggunaan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes dilakukan dengan cara siswa diminta menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dengan memperhatikan rima, tipografi, pilihan kata yang tepat, kesesuaian isi dengan tema. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes yang dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada siklus I dan siklus II.
Teknik nontes yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, jurnal siswa dan guru, serta dokumentasi berupa foto.
Analisis data yang dilakukan oleh peneliti pada proses pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga adalah teknik kualitatif dan kuantitatif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA
Deskripsi Siklus I
Siklus I merupakan langkah awal penelitian menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga. Tindakan siklus ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang muncul pada prasiklus. Hasil pembelajaran sudah mengalami peningkatan dibanding kegiatan prasiklus namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Siswa masih belum bersemangat dan belum aktif mengikuti pembelajaran. Masih ada beberpa siswa yang bersikap pasif, gaduh, ngobrol sendiri, mondar-mandir, mengganggu teman yang sedang mengerjakan latihan. Nilai rata-rata kelas pada siklus I mencapai 76,53 atau dalam kategori baik. Skor rata-rata tersebut dapat dikatakan sudah mengalami peningkatan sebesar 6,59 dari hasil prasiklus. Kategori sangat baik dicapai oleh 1 orang siswa atau 6,7% dengan nilai 85. Kategori baik sebanyak 14 siswa atau sebesar 93,3% dengan nilai antara 70-85. Kategori cukup sebanyak 0 siswa atau 0%. Tidak ada siswa atau 0% yang mendapat nilai dalam kategori kurang dan sangat kurang. Dari hasil observasi pada siklus I maka dapat dilihat beberapa perilaku negative yang ditunjukkan oleh siswa. Misalnya siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru, ada yang melamun, ada yang berbicara dengan temannya, pada saat berkelompok ada yang ramai dan mengganggu temannya. Jadi, perilaku negatif siswa tersebut harus diperbaiki lagi ke arah yang lebih baik untuk keberhasilan siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil jurnal baik jurnal siswa maupun jurnal guru maka dapat diketahui tanggapan siswa dan guru terhadap pembelajaran menulis puisi. Masih ada beberapa siswa yang mengalami kesullitan dalam mengembangkan kata menjadi bait puisi. Oleh karena itu, guru harus menggunakan teknik agar pembelajaran menulis puisi mudah dipahamidan menyenangkan bagi siswa. Sedangkan untuk jurnal guru dapat menyatakan bahwa siswa sudah senang dalam pembelajaran menulis puisi akan tetapi ada beberapa siswa yang belum memperhatikan penjelasan dari guru.
Berdasarkan hasil dokumentasi pada siklus I maka kita dapat melihat perilaku-perilaku siswa yang negatif ketika pembelajaran sedang berlangsung. Siswa yang telah mencapai nilai yang baik disebabkan mereka menulis puisi sesuai dengan tema dan pilihan kata ynag tepat. Untuk mencapai pembelajaran yang sesuai dengan harapan guru maka kendala-kendala yang ada dalam pembelajaran menulis puisi harus dicarikan solusi yang terbaik kemudian diterapkan dalam pembelajaran. Hal-hal yang dilakukan guru berkenaan dengan upaya perbaikan yang kemudian diterapkan dalam pembelajaran selanjutnya adalah sebagai berikut. Pertama, guru merefleksi hasil tes dan nontes pada siklus I. Kedua, guru memberikan motivasi pada siswa yaitu dengan memberikan hadiah bagi siswa yang lebih cepat menyelesaikan puisinya. Ketiga, guru menjelaskan tentang menulis puisi dengan bahasa kiasan atau bahasa yang indah.
Berdasarkan hasil wawancara yang diwakili oleh siswa yang mendapat nilai tinggi, sedang, dan rendah maka siswa tersebut senang dan tertarik dalam pembelajaran menulis puisi. Kesulitan yang dihadapi siswa masih kesulitan mengembangkan kata menjadi bait. Jadi, untuk mengatasi kesulitan itu guru harus memnberikan arahan pada saat siswa mulai mengembangkan kata menjadi bait. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis puisi pada siklus berikutnya.
Deskripsi Siklus II
Penelitian siklus II ini dilakukan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan siklus I. Dengan adanya perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran di siklus II ini, maka hasil penelitian yang berupa nilai tes kemampuan menulis puisi mengalami peningkatan dari kategori baik ke kategori lebih baik lagi. Meningkatnya nilai tes ini diikuti pula dengan adanya perubahan perilaku siswa. Siswa menjadi aktif dan kreatif serta lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran yang menggunakan teknik kata kunci ddengan media permainan ular tangga. Nilai rata-rata kelas pada siklus II mencapai 80,9 atau dalam kategori baik. Jumlah siswa yang memperoleh nilai sangat baik 4 siswa atau sebesar 25%. Siswa yang mencapai nilai baik ada 12 siswa atau sebesar 75%. Tidak ada siswa yang mendapat nilai dalam kategori cukup maupun kurang atau sebesar 0%.  Rata-rata skor pada siklus II ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,37 sedangkan rata-rata skor pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,9.
Pembelajaran yang dilakukan pada siklus II ini merupakan tindakan perbaikan dari pembelajaran siklus I. Pada siklus I masih banyak ditemui kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. Kesulitan tersebut kemudian dicarikan solusi untuk kemudian diterapkan pada pembelajaran siklus II.
Pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permaianan ular tangga yang dilakukan guru pada siklus II ini sudah dapat diikuti dengan baik oleh siswa. Dalam pembelajaran siswa terlihat antusias dan lebih semangat dalam mendengarkan dan mengikuti penjelasan dari guru. Hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa dengan metode pembelajaran yang digunakanoleh guru (peneliti). Kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan tes diakhir siklus II menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari siklus I. Nilai rata-rata kelas kemampuan menulis puisi dari seluruh aspek penilaian berdasarkan hasil tes pada siklus II mencapai 80,9 dan mengalami peningkatan sebesar 4,37 dari siklus I. hal ini berarti bahwa pencapaian nilai rata-rata klasikal telah mencapai target yang ditentukan sebesar 80,00.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto selama pembelajaran siklus II, pada dasarnya sebagian besar siswa merespon positif terhadap kegiatan pembelajaran menulis puisi yang telah dilakukan
 Siswa yang semula kurang bersemangat mengikuti pembelajaran menjadi siap, semangat, senang, dan menikmati pembelajaran. Selain itu, siswa juga tampak lebih aktif dalam kegiatan menulis puisi. serta berani dengan sendirinya maju ke depan kelas mempresentasikan hasil pekerjaanya tanpa harus ditunjuk guru terlebih dahulu. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan pada siklus II ini sangat bermanfaat dan berpengaruh pada siswa.


Pembahasan
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Pada siklus II, tahap-tahap tersebut dilaksanakan dengan perbaikan dari pembelajaran siklus I.
Hasil penelitian ini diperoleh dari data tes dan nontes, baik pada siklus I maupun siklus II. Hasil pada kedua siklus tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga. Selain itu, untuk mengetahui perubahan perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Hasil tes menulis puisi siklus I dengan nilai rata-rata klasikal mencapai 76,53 termasuk dalam kategori baik karena berada pada rentang nilai 70-84. Dari hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 6,59 bila dibanding dengan hasil pada prasiklus. Dengan demikian, hasil tersebut belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan yaitu secara klasikal sebesar 80,00. Aspek penggunaan rima dalam puisi sebesar 83,3. Dari hasil tersebut menujukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 6,8 bila dibanding dengan hasil prasiklus Pada aspek tata bait/tipografi sebesar 76.67. Aspek pilihan kata yang digunakan 66,2. Aspek kesesuaian isi dengan tema 82,2. Kemampuan menulis puisi sudah berada pada kategori baik. Pemerolehan nilai siswa yang masih minimal ini diharapkan dapat ditingkatkan lagi dengan teknik dan media pembelajaran yang lebih variatif. Pada siklus II, nilai komulatif menulis rata-rata kelasnya mencapai 80,9. Ini berarti mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 4,37 dan mengalami peningkatan sebesar 10,96 dari prasiklus. Pada siklus II ini, aspek penggunaan rima dalam puisi mencapai 84,4 bila dibandingkan dengan hasil siklus I  nilai rata-rata aspek penggunaan rima dalam puisi sebesar 83,3 mengalami peningkatan sebesar 1,1 dan mengalami peningkatan dari pratindakan sebesar 7,9. Skor rata-rata pada aspek tata bait/tipografi sebesar 82,8 Dari hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 6,13 dari hasil siklus I dan 10,75 dari hasil prasiklus. Aspek pilihan kata yang digunakan diperoleh skor rata-rata sebesar 75. Dari hasil tersebut menunjukan terjadi peningkatan sebesar 8,8 dari siklus I dan mengalami peningkatan sebesar 11,1 dari prasiklus. Aspek kesesuaian isi dengan tema diperoleh skor rata-rata sebesar 83,3, bila dibandingkan dengan siklus I yang memperoleh skor rata-rata sebesar 82,2 maka mengalami peningkatan sebesar 1,1. Dari skor rata-rata siklus II mengalami peningkatan sebesar 5,28 dari prasiklus yang memperoleh skor rata-rata sebesar 78,03.
Peningkatan keterampilan siswa dalam menulis puisi dari prasiklus sampai siklus II diikuti adanya perubahan tingkah laku. Dari hasil nontes yaitu obervasi, jurnal, dokumentasi foto, dan wawancara pada siklus I dapat disimpulkan bahwa kesiapan siswa selama mengikuti pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga masih kurang maksimal.  Beberapa siswa masih menunjukkan perilaku negatif. Dari data nontes siklus II dapat diketahui perubahan perilaku siswa terhadap penggunaan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dalam menulis puisi. Hal ini dibuktikan dari hasil nontes yang telah dilakukan.
Berdasarkan obervasi, jurnal, dokumentasi foto, dan wawancara, ternyata pada siklus I dapat disimpulkan bahwa kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga masih kurang maksimal. Sikap dari sebagian siswa masih menunjukkan tingkah laku yang negatif dalam menerima materi pembelajaran dan belum berfokus pada penjelasan guru. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya beberapa siswa yang berbicara dengan teman atau ramai sendiri. Kondisi ini disebabkan oleh pola pembelajaran guru yang masih merupakan hal baru bagi siswa sehingga perlu adanya penyesuaian. Kemudian masih ada siswa yang melamun saat diberi penjelasan oleh guru. Setelah disinyalir melalui data wawancara yang dilakukan peneliti, sebagian siswa ini ternyata masih bingung pada saat mengembangkan kat-kata menjadi bait puisi. Kenyataan ini merupakan hal yang wajar karena selama ini siswa jarang atau tidak pernah menulis puisi.
Kondisi yang ada pada siklus I merupakan permasalahan yang harus dicari solusinya. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan kembali rencana pembelajaran siklus II yang lebih baik. Pada pembelajaran siklus II sudah ada perubahan tingkah laku siswa yang menggambarkan suasana yang kondusif. Perilaku negatif siswa sudah banyak mengalami perubahan menuju pada perilaku positif. Siswa tampak siap, semangat, dan senang dalam pembelajaran menulis puisi. Siswa lebih memahami materi tentang menulis puisi sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil tes menulis puisi dari prasiklus sampai siklus II keterampilan siswa semakin meningkat.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru. Hal ini disebabkan karena suasana pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga menarik dan menyenangkan akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dan perubahan perilaku siswa. Dari setiap pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa, ternyata siswa semakin senang dengan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Siswa lebih semangat belajar dan aktif dalam proses pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap hasil tes menulis puisi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan menulis puisi kelas V-A SD Negeri 1 Bantarwaru Banjarnegara. Selain itu, pembelajaran dengan menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga sangat menarik untuk diterpakan dalam pembelajaran.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, simpulan yang dapat diambil adalah keterampilan menulis puisi siswa kelas V-B SD Negeri 1 Bantarwaru Kabupaten Banjarnegara mengalami peningkatan dan perubahan perilaku yang positif setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permainan ular tangga.
Saran
Berdasarkan simpulan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran sebagai berikut; (1) para guru bahasa dan sastra Indonesia hendaknya berperan aktif sebagai innovator dan fasilitator dalam memilih teknik dan media yang paling tepat sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat menjadi pengalaman belajar yang positif bagi siswa dan juga pembelajaran menggunakan teknik kata kunci dengan media permaianan ular tangga hendaknya dapat dijadikan alternatif bagi guru bidang studi lain dalam mengajar; (2) para peneliti di bidang pendidikan atau peneliti lain hendaknya dapat melakukan penelitian yang serupa dengan teknik pembelajaran yang lain.
Selain itu, peneliti memberi saran, sebelum melakukan tindakan penelitian, peneliti hendaknya sudah mengenal dahulu siswa yang akan dijadikan sebagai responden penelitian sehingga siswa tidak merasa asing terhadap peneliti. Berdasarkan hasil tersebut peneliti menyampaikan saran kepada guru terutama guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP Negeri 2 Wedung untuk menggunakan teknik deskripsi objek pemandangan alam dengan media gambar sebagai alternatif media pembelajaran menulis puisi keindahan alam. Guru juga hendaknya melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran dan bersikap lebih terbuka terhadap kemajuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi peneliti, disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan menulis puisi dengan media dan model pembelajaran yang berbeda dan lebih menarik dan bagi siswa hendaknya lebih memperhatikan penjelasan yang diberikan guru, serius dalam belajar, dan selalu bertanya ketika menemukan kesulitan dalam pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Jabrohim. 2001. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Keraf, Gorys. 1984. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

……………. 1995. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende Flores: Nusa Dua.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2002. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suharianto, S. 2005. Dasar-Dasar Teori Sastra. Semarang: Rumah Indonesia.

Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.