DESAIN PEMBELAJARAN
I. Konsep (Kompetensi menulis sastra, menulis pantun)
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang akrab dengan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari siswa pasti sering mendengar orang mengucapkan pantun. Pantun berfungsi untuk mengungkapkan maksud atau pikiran secara tidak langsung. Jika dilihat dari isinya, ada pantun jenaka, nasihat, cinta, duka, teka-teki, dan sebagainya. Pantun terdiri atas sampiran, yang dilukiskan pada baris 1 dan 2; serta isi pantun, yang dilukiskan pada baris 3 dan 4. Persamaan bunyi dan jumlah suku kata merupakan keindahan pantun.
Syarat-syarat pantun adalah sebagai berikut.
1. Setiap bait terdiri atas 4 baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata.
3. Bunyi akhir setiap baris bersajak a b a b.
4. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran
5. sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi pantun.
Contoh pantun
Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Biarlah mati kita bersama
Satu kubur kita berdua
Pulau Pandan jauh di tengah
Di balik pulau angsa dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik terkenang jua
Ke mana kancil akan dikejar
Ke dalam pasar cobalah cari
Ketika kecil rajin belajar
Sesudah besar senanglah hati
(sumber: buku bahasa dan sastra indonesia 1 smp dwi hariningsih dkk dan buku bahasa dan sastra indonesia 1 smp maryati-sutopo)
1. Model
NHT merupakan pendekatan struktural pembelajaran kooperatif yang telah dikembangkan oleh Spencer Kagan, dkk (Ibrahim, 2000:25). Meskipun memiliki banyak persamaan dengan pendekatan yang lain, namun pendekatan ini memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. NHT adalah suatu pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut sebagai gantinya mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas (Ibrahim, 2000:28).
Menurut Kagan (2007) model pembelajaran NHT ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran.
Model NHT memiliki kelebihan diataranya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam pamahaman siswa, menyenangkan siswa dalam belajar, mengembangkan sikap positif siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa, mengembangkan rasa ingin tahu siswa, meningkatkan rasa percaya diri siwa, mengembangkan rasa saling memiliki, serta mengembangkan keterampilan untuk masa depan.
Sintaks NHT dijelaskan sebagai berikut:
a. Penomoran
Penomoran adalah hal yang utama di dalam NHT, dalam tahap ini guru mengelompokan siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.
b. Pengajuan Pertanyaan
Langkah berikutnya adalah pengajuan pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan dapat diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam membuat pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.
c. Berpikir Bersama
Setelah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari guru, siswa berpikir bersama untuk menemukan jawaban dan menjelaskan jawaban kepada anggota dalam timnya sehingga semua anggota mengetahui jawaban dari masing-masing pertanyaan.
d. Pemberian Jawaban
Langkah terakhir yaitu guru menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara random memilih kelompok yang harus menjawab pertanyan tersebut, selanjutnya siswa yang nomornya disebut guru dari kelompok tersebut mengangkat tangan dan berdiri untuk menjawab pertanyaan. Kelompok lain yang bernomor sama menanggapi jawaban tersebut.
Sistem Sosial
Model numbered head together (NHT) ini diorganisasikan secara terstruktur moderat, di mana pengajar mengambil inisiatif menetapkan kelompok diskusi dan membimbing mekanisme interaksi belajar. Interaksi antar siswa digalakan oleh pengajar. Dengan pengorganisasian kegiatan itu diharapkan siswa akan lebih memperlihatkan inisiatifnya untuk melakukan proses induktif bersamaan dengan bertambahnya pengalaman dalam melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran.
Prinsip Pengolahan/reaksi
Dalam model ini guru berfungsi sebagai pembimbing siswa. Secara terinci, dapat dikemukakan bahwa pengajar seyogyanya:
1. Mengelompokan siswa, dalam satu kelompok terdapat anak yang pintar
2. Memberikan pertanyaan tentanng materi
3. Membimbing berpikir bersama
4. Memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan
Sistem Pendukung
Model ini tidak menuntut sarana pendukung yang sangat khusus.
Dampak Instruksional dan Pengiring
dampak instruksional dan pengiring dari model ini, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
![]() | |||||
![]() | |||||
| |||||
dampak insrtuksional
-------- dampak pengirinng
MODEL NHT
| Kegiatan pengajar | Tahapan pokok | Kegiatan siswa |
| Guru mengelompokan siswa | Penomoran | Siswa berkelompok |
| Guru mengajukan pertanyaan | Pengajuan pertanyaan | Siswa memahami pernyatan dari guru |
| Guru membimbing siswa yang sedang berdiskusi untuk memecahkan masalah | Berpikir bersama | Siswa berpikir bersama untuk menjawab pertanyaan dari guru |
| guru menyebut salah satu nomor | Pemberian jawaban | siswa dari tiap kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan. |
II. Desain pembelajaran
Ø Aspek : menulis
Ø SK : 8. mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng
Ø KD : 8.1 menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun
Ø Indikator :
o Siswa dapat mengetahuai pantun
o Siswa dapat menemukan ciri-ciri pantun
o Siswa dapat menagkap isi pantun
o siswa dapat menulis pantun
Ø materi ajar
- hakikat pantun.
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama.
- contoh pantun
Pulau Pandan jauh di tengah
Di balik pulau angsa dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik terkenang jua
- syarat-syarat pantun
1. Setiap bait terdiri atas 4 baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata.
3. Bunyi akhir setiap baris bersajak a b a b.
4. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran
5. sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi pantun.
Ø model pembelajaran
model pembelajaran NHT (numbered head together)
Ø bahan / media
papan tulis, alat tulis
Ø sumber
buku pelajaran smp 7 bahasa dan sastra indonesia
Ø pengaturan ruang kelas
Ruang kelas dibuat nyaman bagi siswa dan guru untuk proses belajar mengajar. Pada saat berpikir bersama siswa saling berkelompok membuat kelompok diskusi kecil siswa. Dalam satu kelompok siswa berhadapan supaya mempermudah dalam berpikir bersama bertukar pikiran.
Ø prosedur pelaksanaan
pertemuan pertama
| No | Kegiatan | Metode/ teknik/tahapan pokok | Waktu |
| 1 | kegiatan awal a. guru dan siswa bertanya jawab tentang kondisi pada hari itu b. guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa diharapkan dapat menulis pantun sesuai dengan syarat-syarat pantun | Tanya jawab | 10 menit |
| 2 | Kegiatan inti a. siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi pantun sehingga guru tahu seberapa besar pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan b. siswa mengamati penyampaian materi pantun yaitu hakikat pantun dan syarat-syarat pantun c. siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi yang belum dipahami d. siswa berkelompok, setiap kelompok beranggotakan 3-5 orang dan setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5 e. setiap siswa diberi nomor masing-masing untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan secara individual f. guru memberikan sebuah pertanyaan tentang hakikat pantun dan tugas membuat pantun g. siswa menulis pantun dan saling berdiskusi dengan anggota kelompoknya h. siswa ditunjuk secara acak berdasarkan penomoran pada masing-masing kelompok untuk membacakan hasil pekerjaannya i. siswa dan guru bertanya jawab memadukan hasil pekerjaan siswa dengan teori yang telah disampaikan | Metode ceramah dan tanya jawab, Tahap pengelompokan Tahap mengajukan pertanyaan Tahap berpikir bersama Tahap pemberian jawaban | 60 menit |
| 3 | Penutup a. siswa dan guru mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran pada hari itu b. siswa mendapat tugas untuk berlatih menulis pantun di rumah | Refleksi Penugasan | 5 menit |
Pertemuan kedua
| 1 | Kegiatan awal a. siswa dan guru bertanya jawab tentang kondisi pada hari itu b. siswa ditanya guru apakah telah berlatih menulis pantun berdasarkan penugasan pada pertemuan yang lalu c. siswa mendengarkan penjelaskan guru bahwa kegiatan selanjutnya yaitu membahas tentang kesulitam-kesulitan dalam menulis pantun | Tanya jawab ceramah | 10 menit |
| 2 | Kegiatan inti a. siswa mengemukakan kesulitannya dalam menulis pantun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan siswa ketika pembelajaran dan penugasan yang lalu b. siswa dan guru mendiskusikan dan menyimpulkan hambatan-hambatan dalam menulis pantun c. siswa mendapat penjelasan dari guru tentang bagaimana mengatasi hambatan dan kesulitan siswa dalam menulis pantun d. siswa mendapat penjelasan dari guru tentang teknik yang dapat diterapkan untuk mempermudah siswa dalam menulis pantun e. siswa berlatih menulis pantun kembali berdasarkan kelompok pada pertemuan yang lalu f. siswa yang nomornya di panggil oleh guru maju ke depan untuk menulis hasil pekerjaanya | demonstrasi diskusi ceramah demonstrasi NHT | 65 menit |
| 3 | Penuttup a. siswa dan guru mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran pada hari itu b. siswa mendapat ttugas untuk berlatih menulis pantun | Refleksi penugasan | 5 menit |
Ø penilaian
penilaian hasil
- teknik : tes tertulis
- bentuk instrumen : tes uraian
- soal instrumen :
1. tulislah pantun yang sesuai dengan syarat-syart pantun dan didiskusikanlah dengan kelompok masing-masing!
Tabel kriteria penilaian tiap aspek
| no | Aspek yang dinilai | Skor maksimal |
| 1 | Pilihan kata atau diksi | 10 |
| 2 | Jumlah baris tiap bait | 20 |
| 3 | persajakan | 20 |
| 4 | Jumlah suku kata tiap baris | 20 |
| 5 | Adanya sampiran dan isi | 20 |
| 6 | Isi pantun | 10 |
| Jumlah | 100 | |
Nilai akhir = perolehan skor X 100% =. . . .
Skor maksimal
Daftar Pustaka
Ali, iqbal. Online: diakses 29 Mei 2010, (http://iqbalali.com/2010/01/03/nht-numbered- head-together/)
Harininingsih, Dwi. Dkk.2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan Bahasa Dan Sastra Indonesia 1 SMP/MTS. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Hidayah, nur siti. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Panttun Dengan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Dan Teknik Pancingan Kata Kunci Pada Siswa Kelas VII A SMP PGRI 3 Boja Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. unnes
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa Dan Sastra Indonesia 1 Untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Winataputra, Udin s. 2001. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

