Jumat, 27 Mei 2011

desain pembelajaran menulis pantun

DESAIN PEMBELAJARAN
I.                   Konsep (Kompetensi menulis sastra,  menulis pantun)
          Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang akrab dengan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari siswa pasti sering mendengar orang mengucapkan pantun. Pantun berfungsi untuk mengungkapkan maksud atau pikiran secara tidak langsung. Jika dilihat dari isinya, ada pantun jenaka, nasihat, cinta, duka, teka-teki, dan sebagainya. Pantun terdiri atas sampiran, yang dilukiskan pada baris 1 dan 2; serta isi pantun, yang dilukiskan pada baris 3 dan 4. Persamaan bunyi dan jumlah suku kata merupakan keindahan pantun.
Syarat-syarat pantun adalah sebagai berikut.
1. Setiap bait terdiri atas 4 baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata.
3. Bunyi akhir setiap baris bersajak a b a b.
4. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran
5. sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi pantun.
Contoh pantun
Tanam melati di rama-rama                         
Ubur-ubur sampingan dua
Biarlah mati kita bersama
Satu kubur kita berdua

 Pulau Pandan jauh di tengah
Di balik pulau angsa dua
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik terkenang jua

Ke mana kancil akan dikejar
Ke dalam pasar cobalah cari
Ketika kecil rajin belajar
Sesudah besar senanglah hati
(sumber: buku bahasa dan sastra indonesia 1 smp dwi hariningsih dkk dan buku bahasa dan sastra indonesia 1 smp maryati-sutopo)
1.         Model
                      NHT merupakan pendekatan struktural pembelajaran kooperatif yang telah dikembangkan oleh Spencer Kagan, dkk (Ibrahim, 2000:25). Meskipun memiliki banyak persamaan dengan pendekatan yang lain, namun pendekatan ini memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. NHT adalah suatu pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut sebagai gantinya mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas (Ibrahim, 2000:28).
          Menurut Kagan (2007) model pembelajaran NHT ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran.
          Model NHT memiliki kelebihan diataranya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam pamahaman siswa, menyenangkan siswa dalam belajar, mengembangkan sikap positif siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa, mengembangkan rasa ingin tahu siswa, meningkatkan rasa percaya diri siwa, mengembangkan rasa saling memiliki, serta mengembangkan keterampilan untuk masa depan.

 Sintaks NHT dijelaskan sebagai berikut:

a. Penomoran
                      Penomoran adalah hal yang utama di dalam NHT, dalam tahap ini guru mengelompokan  siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.

b. Pengajuan Pertanyaan
                      Langkah berikutnya adalah pengajuan pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diberikan dapat diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam membuat pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.

c. Berpikir Bersama
                      Setelah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari guru, siswa berpikir bersama untuk menemukan jawaban dan menjelaskan jawaban kepada anggota dalam timnya sehingga semua anggota mengetahui jawaban dari masing-masing pertanyaan.

d. Pemberian Jawaban
                      Langkah terakhir yaitu guru menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara random memilih kelompok yang harus menjawab pertanyan tersebut, selanjutnya siswa yang nomornya disebut guru dari kelompok tersebut mengangkat tangan dan berdiri untuk menjawab pertanyaan. Kelompok lain yang bernomor sama menanggapi jawaban tersebut.

Sistem Sosial
                      Model numbered head together (NHT) ini diorganisasikan secara terstruktur moderat, di mana pengajar mengambil inisiatif menetapkan kelompok diskusi dan membimbing mekanisme interaksi belajar. Interaksi antar siswa digalakan oleh pengajar. Dengan pengorganisasian kegiatan itu diharapkan siswa akan lebih memperlihatkan inisiatifnya untuk melakukan proses induktif bersamaan dengan bertambahnya pengalaman dalam melibatkan diri dalam kegiatan pembelajaran.

Prinsip Pengolahan/reaksi
                      Dalam model ini guru berfungsi sebagai pembimbing siswa. Secara terinci, dapat dikemukakan bahwa pengajar seyogyanya:
1.      Mengelompokan siswa, dalam satu kelompok terdapat anak yang pintar
2.      Memberikan pertanyaan tentanng materi
3.      Membimbing berpikir bersama
4.      Memberikan kesempatan siswa untuk menjawab pertanyaan

Sistem Pendukung
Model ini tidak menuntut sarana pendukung yang sangat khusus.

Dampak Instruksional dan Pengiring
          dampak instruksional dan pengiring dari model ini, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Oval: Model NHT
Keutuhan dan produktivitas kelompok
 
 











             dampak insrtuksional
--------  dampak pengirinng
MODEL NHT
Kegiatan pengajar
Tahapan pokok
Kegiatan siswa
Guru mengelompokan siswa
Penomoran
Siswa berkelompok
Guru mengajukan pertanyaan
Pengajuan pertanyaan
Siswa memahami pernyatan dari guru
Guru membimbing siswa yang sedang berdiskusi untuk memecahkan masalah
Berpikir bersama
Siswa berpikir bersama untuk menjawab pertanyaan dari guru
guru menyebut salah satu nomor
Pemberian jawaban
siswa dari tiap kelompok yang nomornya disebut mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan.



II.                Desain pembelajaran

Ø  Aspek            : menulis
Ø  SK                 : 8. mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui                                    pantun dan dongeng
Ø  KD                : 8.1 menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun
Ø  Indikator       :
o   Siswa dapat mengetahuai pantun
o   Siswa dapat menemukan ciri-ciri pantun
o   Siswa dapat menagkap isi pantun
o   siswa dapat menulis pantun  
Ø materi ajar
-          hakikat pantun.
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama.
-          contoh pantun
                      Pulau Pandan jauh di tengah
                      Di balik pulau angsa dua
                      Hancur badan dikandung tanah
                      Budi baik terkenang jua

-          syarat-syarat pantun
1. Setiap bait terdiri atas 4 baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata.
3. Bunyi akhir setiap baris bersajak a b a b.
4. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran
5. sedangkan baris 3 dan 4 merupakan isi pantun.

Ø  model pembelajaran
model pembelajaran NHT (numbered head together)

Ø  bahan / media
papan tulis, alat tulis

Ø  sumber
buku pelajaran smp 7  bahasa dan sastra indonesia

Ø  pengaturan ruang kelas
            Ruang kelas dibuat nyaman bagi siswa dan guru untuk proses belajar mengajar. Pada saat berpikir bersama siswa saling berkelompok membuat kelompok diskusi kecil siswa. Dalam satu kelompok siswa berhadapan supaya mempermudah dalam  berpikir bersama bertukar pikiran.
Ø  prosedur pelaksanaan

pertemuan pertama
No
Kegiatan
Metode/ teknik/tahapan pokok
Waktu
1

kegiatan awal
a.       guru dan siswa bertanya jawab tentang kondisi pada hari itu
b.      guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu siswa diharapkan dapat menulis pantun sesuai dengan syarat-syarat pantun

Tanya jawab

10 menit
2
Kegiatan inti 
a.       siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi pantun sehingga guru tahu seberapa besar pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan
b.      siswa mengamati penyampaian materi pantun yaitu hakikat pantun dan syarat-syarat pantun
c.       siswa dan guru bertanya jawab mengenai materi yang belum dipahami
d.        siswa berkelompok, setiap kelompok  beranggotakan 3-5 orang dan setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5
e.       setiap siswa diberi nomor masing-masing untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan secara individual
f.       guru memberikan sebuah pertanyaan tentang hakikat pantun dan tugas membuat pantun

g.      siswa menulis pantun  dan saling berdiskusi dengan anggota kelompoknya

h.      siswa ditunjuk secara acak berdasarkan penomoran pada masing-masing kelompok untuk membacakan hasil pekerjaannya
i.        siswa dan guru bertanya jawab memadukan hasil pekerjaan siswa dengan teori yang telah disampaikan


Metode ceramah dan tanya jawab,




Tahap pengelompokan



Tahap mengajukan pertanyaan
Tahap berpikir bersama
Tahap pemberian jawaban

60 menit
3
Penutup
a.         siswa dan guru mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran pada hari itu
b.         siswa mendapat tugas untuk berlatih menulis pantun di rumah



Refleksi

Penugasan

5 menit


Pertemuan kedua
1
Kegiatan awal
a.         siswa dan guru bertanya jawab tentang kondisi pada hari itu
b.         siswa ditanya guru apakah telah berlatih menulis pantun berdasarkan penugasan pada pertemuan yang lalu
c.         siswa mendengarkan penjelaskan guru bahwa kegiatan selanjutnya yaitu membahas tentang kesulitam-kesulitan dalam menulis pantun


Tanya jawab



ceramah
10 menit

2
Kegiatan inti
a.         siswa  mengemukakan kesulitannya dalam menulis pantun berdasarkan pengalaman dan pengetahuan siswa ketika pembelajaran dan penugasan yang lalu
b.         siswa dan guru mendiskusikan dan menyimpulkan hambatan-hambatan dalam menulis pantun
c.         siswa mendapat penjelasan dari guru tentang bagaimana mengatasi hambatan dan kesulitan siswa dalam menulis pantun
d.        siswa mendapat penjelasan dari guru tentang teknik yang dapat diterapkan untuk mempermudah siswa dalam menulis pantun
e.         siswa berlatih menulis pantun kembali berdasarkan kelompok pada pertemuan yang lalu
f.          siswa yang nomornya di panggil oleh guru maju ke depan untuk menulis hasil pekerjaanya

demonstrasi



diskusi


ceramah





demonstrasi


NHT
65 menit
3
Penuttup
a.         siswa dan guru mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaran pada hari itu
b.         siswa mendapat ttugas untuk berlatih menulis pantun

Refleksi

penugasan
5 menit


Ø  penilaian
penilaian hasil
-          teknik                        : tes tertulis
-          bentuk instrumen      : tes uraian
-          soal instrumen           :
1.      tulislah pantun yang sesuai dengan syarat-syart pantun dan didiskusikanlah dengan kelompok masing-masing!
            Tabel kriteria penilaian tiap aspek
no
Aspek yang dinilai
Skor maksimal
1
Pilihan kata atau diksi
10
2
Jumlah baris tiap bait
20
3
persajakan
20
4
Jumlah suku kata tiap baris
20
5
Adanya sampiran dan isi
20
6
Isi pantun
10
Jumlah
100


Nilai akhir = perolehan skor                      X         100%   =. . . .
                  Skor maksimal            

Daftar Pustaka
Harininingsih, Dwi. Dkk.2008. Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan Bahasa Dan Sastra Indonesia 1 SMP/MTS. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan    Nasional.
Hidayah, nur siti. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Panttun Dengan Model           Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) Dan Teknik Pancingan Kata             Kunci   Pada    Siswa Kelas VII A SMP PGRI 3 Boja Kabupaten Kendal Tahun       Ajaran             2009/2010.      Skripsi. unnes
Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa Dan Sastra Indonesia 1 Untuk SMP/MTS Kelas VII.     Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Winataputra, Udin s. 2001. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Direktorat          Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.